Minggu, 22 Maret 2009

Bagi yang Sedang Berpacaran

Setiap orang yang berpacaran cepat atau lambat harus mengambil keputusan! Pada umumnya dilema yang dihadapi sama, yakni memastikan bahwa kekasih kita adalah pasangan hidup kita yang tepat. Nah, memastikan inilah yang sering kali menjadi masalah, sebab adakalanya hari ini kita merasa yakin, besoknya malah merasa bingung. Untuk mereka yang sedang berpacaran dan termasuk dalam kategori "ya-bing" (ya yakin, ya bingung), di bawah ini ada beberapa butir petunjuk yang mudah-mudahan bermanfaat.

PERTAMA, nikahilah seseorang yang mengasihi Tuhan. Mungkin ada sebagian Saudara yang berteriak, "Saya tidak setuju! Orangtua saya adalah orang Kristen, namun pernikahan mereka tidak harmonis." Kepada Saudara yang berkata demikian, saya menjawab, "Saya setuju dengan keberatan Saudara!" Tidak dapat dipungkiri, di dunia ini ada pernikahan Kristen yang harmonis, namun ada pula yang tidak harmonis. Pernikahan bukan hanya berkaitan dengan hal sorgawi, pernikahan juga merupakan ajang dimana hal yang sorgawi dijelmakan dalam interaksi dengan sesama manusia. Di sinilah kita bergumul karena kita tidak senantiasa hidup dalam kehendak Tuhan yang menekankan pentingnya hidup damai satu sama lain.

Namun demikian, izinkan saya sekarang menjelaskan pandangan saya ini. Dalam 1Korintus 7:39, Rasul Paulus menyampaikan firman Tuhan kepada para istri yang suaminya telah meninggal,

"... ia bebas kawin dengan siapa saja yang dikehendakinya, asal orang itu adalah seorang yang percaya."
Menikah dengan sesama orang yang percaya kepada Tuhan Yesus adalah kehendak Tuhan sendiri. Dengan kata lain, unsur ketaatan memang diperlukan untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Selain itu, pilihlah pasangan hidup yang bukan sekedar mengaku bahwa ia seorang Kristen, melainkan seseorang yang mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budinya. Saya dan Santy (istri saya) tidak berani mengklaim bahwa kami senantiasa mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Namun, kami berani berkata bahwa kami berupaya untuk senantiasa mengasihi (mengutamakan) Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan akal budi. Tatkala saya memintanya untuk kembali ke Indonesia, ia mengalami pergumulan yang berat (adakalanya masalah ini masih mencuat sampai sekarang) sebab situasi kami saat itu sudah lebih berakar di Amerika Serikat. Secara manusiawi, kedua pandangan ini sukar ditemukan karena kami berdua tidak mau sembarangan menggunakan nama Tuhan untuk mengesahkan keinginan pribadi masing-masing. Faktor mengasihi Tuhanlah yang akhirnya menyelesaikan masalah ini. Berbekal keinginan dan tekad untuk hidup menyenangkan hati Tuhan, Santy memutuskan untuk pulang mendampingi saya.

Hati yang rindu menyenangkan hati Tuhan, yang keluar dari kasih kita kepada-Nya adalah faktor pertama yang harus dimiliki oleh pasangan kita (sudah tentu oleh kita pula). Keharmonisan dalam pernikahan bergantung pada kemampuan kita menyesuaikan diri satu sama lain. Kemampuan kita menyesuaikan diri tidaklah terlepas dari keinginan untuk menyesuaikan diri; sedangkan keinginan untuk menyesuaikan diri sering kali harus timbul dari ketaatan kita pada Tuhan.

KEDUA, nikahilah seseorang yang mengasihi diri Saudara. Pasti ada di antara Saudara yang bergumam, "Sudah pasti ia mengasihi saya, kalau tidak, mana mungkin ia bersedia menjadi pacar saya sekarang." Komentar saya untuk tanggapan Saudara adalah, "ya dan tidak", dalam arti tergantung pada pemahaman kita akan makna kasih itu sendiri. Dalam salah satu episode kisah "Return of The Condor Heroes", si Gadis Naga Kecil berkata kepada Yoko, "Asalkan aku dapat bersamamu, aku akan bahagia." (Saya tidak ingat secara persis kalimatnya, tapi kira-kira itulah intinya). Sudah tentu ungkapan seperti ini adalah salah satu akibat dari perasaan kita tatkala sedang mengasihi seseorang. Namun, ungkapan ini sekali-kali bukanlah kasih itu sendiri.

Saya akan menjelaskan apa yang saya maksudkan. Bedakanlah kedua makna pernyataan ini. Pertama, "Karena saya mengasihimu, maka saya ingin hidup bersamamu." Kedua, "Saya ingin hidup bersamamu, oleh sebab itu pastilah saya mengasihimu." Kedua kalimat ini tidaklah sama meskipun secara sepintas terdengar serupa. Kalimat pertama menunjukkan bahwa keinginan hidup bersama timbul dari kasih; jadi kasih dahulu setelah itu baru muncul keinginan untuk hidup bersama. Kalimat kedua memperlihatkan bahwa keinginan hidup bersama mendahului kasih dan kasih seolah-olah dianggap pasti ada, oleh karena adanya keinginan hidup bersama.

Menurut saya, yang sehat adalah yang pertama. Kita mengasihi seseorang dan karena mengasihinya, kita mulai berhasrat untuk hidup bersamanya dalam mahligai pernikahan. Namun jika kita tidak berhati- hati, kita bisa terperangkap dalam kesalahpahaman yang berkaitan dengan kalimat kedua tadi. Kita bisa saja ingin hidup bersama dengan seseorang, misalnya karena ia membuat kita bahagia. Sebelum kehadirannya, hidup kita bak awan mendung dirundung kekecewaan. Setelah kita bertemu dengannya, hidup kita ceria ibarat rumput yang diselimuti embun pagi. Reaksi seperti ini tidak selalu salah, tetapi apabila tidak mawas diri, kita bisa berpikir bahwa kita mengasihi seseorang, padahal yang terjadi adalah kita senang berada di dekatnya sebab ia berhasil memenuhi kebutuhan kita atau membawa perubahan tertentu dalam hidup kita. Saya kira ini bukan kasih.

Kasih, sebagaimana yang diajarkan oleh Tuhan kita, dapat disarikan dalam satu kalimat,

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal ...."
(Yohanes 3:16)
Dengan kata lain, kasih bersifat mengutamakan kebutuhan atau kepentingan orang lain, sebagaimana Tuhan Allah mengaruniakan Anak- Nya agar kita dapat menikmati hidup yang bebas dari kuasa dan kutukan dosa. Jadi, nikahilah seseorang yang mengasihi kita, yang bersedia berkorban demi kebutuhan dan kepentingan kita. Kasihnya kepada kita diwujudkan dalam kerelaannya mengutamakan kita, sekurang-kurangnya ia berusaha untuk melakukannya meskipun tidak sempurna. (Tidak usah saya tekankan lagi, sudah tentu kita pun harus menjadi orang yang mengasihi dia seperti itu pula, baru kita layak mengharapkan kasih yang serupa).

KETIGA, nikahilah seseorang yang dapat mengasihi dirinya. Secara sepintas, saran ini bertentangan dengan butir kedua tadi. Bukankah kalau kita mengutamakan kepentingan orang lain, hal itu berarti kita mengesampingkan kepentingan pribadi? Betul, kita harus dapat mengesampingkan kepentingan diri dulu baru bisa mengasihi seseorang sedemikian rupa, namun ini tidak berarti bahwa kita menjadi orang yang tidak mengasihi diri kita sendiri. Mengasihi diri hanya dimungkinkan apabila kita telah mengenal siapa kita dan tidak berkeberatan menerima diri apa adanya. Mengasihi diri hanya dapat muncul apabila kita sudah memiliki konsep yang jelas dan tepat akan siapa kita serta memandang diri dengan "kacamata" yang positif. Mengasihi diri berarti mengutamakan kepentingan dan kebutuhan diri; dengan kata lain, menganggap diri cukup berharga untuk diperhatikan dan dipenuhi kebutuhannya.

Butir kedua dan ketiga harus berdampingan; apabila tidak, timbullah masalah yang serius dalam pernikahan. Seseorang yang hanya mengutamakan kebutuhan orang lain tanpa menghiraukan kebutuhannya sendiri mungkin sekali adalah seseorang yang belum memiliki kepribadian yang mantap. Sebaliknya, seseorang yang mengutamakan kepentingannya belaka ialah seseorang yang egois dan serakah. Keseimbangan antara mengutamakan orang lain dan mengutamakan diri sendiri memang harus dijaga dengan hati-hati. Namun, yang jelas orang yang dapat menghargai dirinya barulah bisa menjadi orang yang menghargai orang lain. Tanpa penghargaan diri, penghargaan kita terhadap orang lain merupakan kewajiban semata-mata atau keluar dari rasa kurang aman.

Pada awal pernikahan kami, Santy dan saya juga terjebak dalam perangkap "hanya mengutamakan kebutuhan yang lain". Ternyata sikap seperti ini tidak dapat bertahan lama, karena kebutuhan dan kepentingan kami masing-masing tidak bisa dikesampingkan terus menerus. Sampai pada suatu titik, kami harus lebih vokal menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan kami. Setelah itu kami pun harus dan baru bisa belajar memenuhi kebutuhan satu sama lain secara lebih terarah. Apabila kita tidak mengkomunikasikan kebutuhan kita dengan jelas, bagaimana mungkin pasangan kita memenuhinya dengan tepat pula?

Ketiga butir ini sesungguhnya merupakan penguraian dari perintah agung Tuhan kita,

"Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
(Matius 22:37-39)
Singkat kata, nikahilah seseorang yang hidup dalam perintah dan firman Tuhan yang agung ini. Barulah setelah itu kita dapat menikmati pernikahan yang agung.

Senin, 16 Maret 2009

Pengen Bener-Bener Mencintai?


Pengen Bener-Bener Mencintai? Yakin loe?

Pengen bener-bener mencintai orang lain?
Wah, nggak gampang tuh. Baca dulu yang ini
deh!

1. Kasih itu sabar

Orang-orang di sekitar kita kadang nggak selalu
ngelakuin apa yang kita mau mereka buat.
Di sinilah loe bisa berlatih untuk ngerjain suatu
bagian dari kasih, yaitu sabar. Semua hal terjadi
dengan satu alasan. Dan itu artinya, hal-hal
menyebalkan yang terjadi di sekitar loe juga
terjadi untuk alasan tertentu. Coba sabar deh.
Karena dengan itu loe bisa jauh lebih
menikmati hidup dan tahu apa itu cinta.

2. Kasih itu murah hati

Setiap hari, loe bisa memilih untuk jadi orang
yang baik dan murah hati. Caranya, buka mata
loe setiap pagi sambil bertanya: “Bagaimana
gue bisa menjadi berkat buat orang lain hari
ini?”
. Walau itu hanya berupa sapaan ramah,
gerak gerik yang menyenangkan, membantu
orang yang lagi membutuhkan, atau apapun
yang membuat loe menjadi orang yang murah
hati. Jika loe lakuin, loe bisa merasa lebih
bahagia dan ngerti cara mencintai.

3. Kasih itu nggak cemburu

Di atas langit selalu masih ada langit. Karena
itu, jangan sirik! Selalu mengucap syukur dalam
segala keadaan. Kecemburuan bakal meracuni
hati dan perilaku loe dan sanggup
menghancurkan hubungan yang sangat baik
sekalipun. Daripada sirik, lebih baik belajar dari
orang yang “lebih” tersebut. Dengan begitu loe
bisa menjadi a better person setiap hari.

4. Kasih itu nggak sombong

Buang selalu keinginan loe untuk
menyombongkan diri. Itu akan membuat loe
merasa lebih dari orang lain dan itu sama
sekali bukan ekspresi cinta/kasih sayang.
Sebaliknya, praktekin kerendahan hati. Itulah
cinta yang sesungguhnya.

5. Kasih itu nggak pemarah

Kita semua memang pernah marah. Tapi
jangan jadi pemarah! Lain kali kalo lagi pengen
marah banget, ambil nafas panjang dan
bertanya “apa ada respon yang lebih baik dan
ramah untuk situasi ini?”. Pertimbangkan
bagaimana reaksi loe nantinya akan
berpengaruh pada orang lain. Dengan menjadi
orang yang lembut dan nggak pemarah, loe
bakal makin tahu gimana mencintai.

6. Kasih nggak menyimpan kesalahan orang
lain

Pernah nggak loe ketemu ama orang yang
menyimpan dan ingat setiap kesalahan yang
loe buat sama dia? Pasti nyebelin banget.
Hidup bakal jauh lebih ringan, tenang, damai,
dan indah kalo loe nggak nyimpen salahnya
orang lain.

7. Kasih bersukacita karena kebenaran

Manusia jaman sekarang banyak yang nggak
suka kebenaran dan kejujuran. Jika ada yang
salah, kadang orang-orang bersikap pura-pura
nggak tahu. Banyak orang yang bahkan milih
untuk hidup dalam kebohongan ketimbang
kebenaran. Tapi salah satu jurus cinta yang
bisa loe kuasai ialah ‘nggak hidup dalam
kebohongan’. Dengan selalu jadi orang
yang jujur, loe akan menjadi orang bebas,
yang mudah dipercaya, dan tahu apa itu cinta
dan mencitai.

Gimana nih, mau nggak ambil tantangan untuk
jadi orang yang bisa mencintai dengan 7
prinsip kasih? Coba dilakuin mulai minggu ini!
Abis itu rasain deh kalo hidup ini memang indah
banget kalo kita tahu apa itu cinta dan
mencintai.

Iluvyou

Belahan Jiwa, Jodoh ataukah Teman Hidup…?

Belahan Jiwa, Jodoh ataukah Teman Hidup…?

Filed under: LOVE — jantiaman-adis at 8:34 am on Thrusday, March 17, 2009

Dari diskusi dengan beberapa orang temen.. Aku jadi sempat bertanya pada diriku… Apa sih yang sebenarnya kita (4 this case "aku" :p) cari dalam hidup ini?

Apakah aku tetap akan keukeuh mencari "BELAHAN JIWAKU" seperti yang pernah aku bilang di tulisan2 yang kutulis di BLOG ku yang kemarin? Kalo ya.. sampe kapan..? Apakah ada tanda-tanda tertentu bahwa ia adalah bener2 belahan jiwaku?? Bagaimana aku bisa yakin ngga akan salah orang?

Ketika memang aku menemukan Belahan JIwa… apakah dia akan menjadi jodoh aku…? Bagaimana pula aku bisa yakin dia jodoh aku…?

Apakah jodoh aku itu bener2 orang yang nantinya aku nikahi? Bagaimana aku bisa yakin itu adalah dia..? Bukan mantan-mantanku? ato bukan orang yang aku bahkan belum kenal sebelumnya???

Seandainya pun.. orang yang sudah menikah akhirnya benar2 berjodoh? Berapa lama mereka akan bertahan? Bagaimana dengan mereka yang telah menikah dan bercerai? Apa bedanya dengan orang yang pacaran.. putus.. lalu bilang bahwa alasan mereka putus (salah satunya) adalah "mereka belum berjodoh" ???? Jadi.. orang yang menikah belum tentu berjodoh ya..?

SO… Sekarang pertanyaannya adalah

APAKAH ADA MANUSIA YANG BENER2 YAKIN BAHWA ORANG YANG ADA DI SAMPINGNYA SEKARANG MEMANG BENER2 JODOHNYA???

Apa yang harus kita lakukan sekarang..? Apakah sebaiknya kita mulai berpikir untuk merubah doa…?

mengutip dari blog tetangga… "dulu aku berdoa untuk dapat hidup dengan orang yang aku cintai.. namun sekarang.. kurubah doaku agar aku dapat mencintai orang2 yang hidup bersamaku…"

Doa yang bagus.. punya makna yang dalam… :D

Tapi, aku punya pendapat sendiri… Jodoh, rejeki dan mati ada di tangan Allah.. Ngga pernah ada yang tahu "semua rahasia itu". Manusia hanya bisa ‘pasrah’ dan tak lupa untuk tetap berdoa dan berusaha… ")

Daripada berpikir tiada henti apakah selama ini kita telah benar2 mendapatkan jodoh kita.. ataukah hubungan ini hanya bersifat sementara? hingga kita hanya menunggu waktu kapan hubungan ini akan berakhir..? Memulai untuk mencari orang baru.. mengenal dari awal.. mulai lagi PDKT.. mulai lagi belajar mengenal sifat dan karakternya.. Hmmm.. sampai kapannnn??? :p

Mungkin aku tak lagi seperti dulu..

Untuk saat ini, aku mungkin tidak ingin berpikir untuk mengejar dan berusaha mendapatkan BELAHAN JIWAKU (lagi)… Doaku pun kini hanya sederhana.. "Semoga aku bisa menemukan TEMAN HIDUP-ku.. seseorang yang akan ada untukku.. (semoga akupun bisa ada untuknya), saling mengisi.. hidup bersamaku.. menemani hari2ku.. berbagi bersama.. dan membuatku merasa nyaman.."

YUP.. TEMAN HIDUP… Rasanya lebih masuk akal daripada mencari belahan jiwa.. (yang aku bahkan tidak tahu alat ukurnya!!! ;p) atau JODOH… :D

Bagaimana denganmu..?

Pernikahan (Membawa Teman hidup Kepada Kritus)

Pernikahan (Membawa Teman hidup Kepada Kritus)
Strategi Bimbingan
  1. Ucapkan selamat atas keinginannya menyaksikan pengalaman hidup terindah dalam Injil, kepada kekasih hidupnya. Hendaknya dia berhati-hati atas peringatan yang diberikan di atas.
  2. Nasihatkan orang yang anda layani untuk tidak bertindak seolah-olah Allah. Dia tidak dapat memaksa teman hidupnya untuk menerima Kristus, juga tidak berusaha bertindak sendiri ganti tindakan teman hidupnya. Orang yang berusaha mengatur semua hal dengan kekuatannya sendiri, akan menghadapi banyak malapetaka.
  3. Nasihatkan dia untuk tidak bersitegang atau menghakimi, tetapi bersikap rendah hati. Sikap sangat menentukan.
  4. Anjurkan orang Kristen tersebut untuk mendewasakan kerohaniannya melalui pembacaan dan penelaahan Firman Tuhan, belajar berdoa dan mempraktekkannya dengan setia. Doa sangat besar nilainya. Serahkan teman hidup pada Tuhan dan dalam iman, mohonkan pertobatannya. Malah lebih bijaksana untuk tidak mendoakan secara terbuka. Percayailah Allah. Dia memiliki cara bekerja yang ajaib.
  5. Teladan berpengaruh besar! Izinkan teman hidupnya melihat Yesus dalam sikap dan tindakannya.
  6. Biarkan kasihnya meluap. Kasih sejati tak dapat ditiru. Paulus berkata: "Kasih itu sabar: kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Kasih tidak berkesudahan." (1Kor 13:4,8). Berusahalah untuk menyatakan bahwa "kasih Allah telah dicurahkan dalam hati kita . . . " (Rom 5:5).

  7. Jangan berusaha memaksa dengan adu argumentasi atau mengkhotbahi. Tindakan ini justru akan menghasilkan perlawanan yang lebih dalam. Metode yang dianjurkan Paulus, ialah hidup bersama dalam damai. Lihat 1Kor 7:12-15.
    "Rasul Petrus mengungkapkan sesuatu tentang masalah ini. Dia berkata: 'Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan istrinya.' (1Pet 3:1). Ini bukan tugas yang mudah, tetapi itu adalah tanggung jawab anda, bukan suami anda. Anda harus menghayati suatu kehidupan yang akan menantang teman hidup anda mengambil keputusannya sendiri. Ini tidak dapat dilakukan dengan memarahi atau mengkhotbahi, tetapi dengan menunjukkan sikap lembut dan penaklukan diri yang sebelumnya tidak pernah dilihatnya. Entah yang Kristen sang suami atau sang istri, sebagai seorang Kristen dia harus selalu siap menerima cemoohan atau perlakuan salah terhadap imannya. Ingatlah ini baik-baik: Tak seorang pun yang berada dalam posisi lebih baik untuk memenangkan seseorang pada Kristus, kecuali teman hidupnya sendiri."
    _Selesai
  8. Jangan memaksa teman hidup untuk ke gereja atau menghadiri kebaktian Kristen tertentu, kecuali dia sudah menunjukkan kecenderungan untuk melakukannya. Sebagai gantinya, perkenalkan dia pada sahabat-sahabat Kristen dan acara sosial di rumah tangga Kristen lainnya. Teman hidupnya kelak akan melihat perbedaan dalam kehidupan pasangannya. Kesempatan untuk bersaksi, kelak akan datang.
  9. Berdoalah dengannya, memohon pengertian, hikmat dan kesabaran untuk menunggu saat yang tepat, dan melakukan semua petunjuk di atas.
Pernikahan (Membawa Teman Hidup Kepada Kristus)
Latar Belakang
Strategi Bimbingan
Ayat Alkitab

"Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan istrinya, jika mereka melihat, bagaimana murni dan salehnya hidup istri mereka itu. Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah." (1Pet 3:14)

"Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, -- yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit --, maka hal itu akan diberikan kepadanya." (Yak 1:5)

"Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik." (Yak 3:17)

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus." (Fili 4:6,7)

Teman Hidup Lagi ???

Teman Hidup??

Hwaaa…akhirnya bisa bikin blog sendiri neh…emang c..bingung mw tulis apaan. Tp pengen coba-coba akh…hehe :)
Kalo ngomongin tentang teman hidup…wah..banyak yang aku pengenin. Aku pernah baca di warta jemaat tanggal berapa aku lupa. Tapi tu tentang teman hidup. ngebacanya aja aku sampai berbinar-binar..bener-bener pengen punya temen idup yang kayak gitu..Menurut temen-temen, temen idup tu yang kayak apaan seh??
tapi menurutku tu bener-bener sesuatu yang sangat berharga dan ga boleh salah pilih. Coz kata kakak FA-ku, hidup manusia kan paling-paling cuma 70 tahunan aja. emang c bisa lebih. tapi ya sekitar gitulah..trus cewe itu biasanya menikah di umur 25-an. tu sekitar 1/3 dari umur manusia kan?nah…bayangin aja kalo kita salah pilih, masa kita mo ngehabisin 2/3 hidup kita ama orang yang ga bisa bikin kita bahagia, sengsara…ih…pasti gak ada yang mau gitu kan??!!
oyah… sekarang balik lagi ke warta jemaat gereja-ku yaa..di warta itu ada artikel tentang seorang wanita yang berdoa ama Tuhan biar dikasih teman hidup yang dia pengenin. Gini neh..wanita ini berdoa untuk teman hidup yang …
1. mencintai Tuhan lebih dari segala sesuatu
2. meletakkan wanita ini pada posisi kedua di hatinya
3. hidup bukan hanya untuk dirinya sendiri tapi hidup untuk Tuhan
4. mempunyai hati yang mencintai Tuhan dan haus akan Tuhan
5. mengerti bagi siapa dan untuk apa dia hidup sehingga hidupnya tidak sia-sia
6. memiliki hati yang bijak, bukan hanya otak yang cerdas
7. tidak hanya mencintai wanita ini tetapi juga menghormati dia
8. tidak hanya memuja tetapi dapat menasehati ketika wanita ini berbuat salah
9. mencintai bukan karena kecantikan tetapi karena hati wanita ini
10. menjadi sahabat terbaik wanita ini dalam tiap waktu dan situasi
11. membuatnya merasa sebagai seorang wanita ketika berada di sebelahnya
12. membutuhkan dukungan wanita ini sebagai peneguhnya
13. membutuhkan senyuman wanita ini untuk mengatasi kesedihannya
14. membutuhkan doa wanita ini untuk kehidupannya
15. membutuhkan wanita ini untuk membuat hidupnya sempurna di mata Tuhan
waah..pengen banget tuh dapet cowo yang kayak gitu..hehe..trus waktu FA kemaren juga dapet khotbah dari Pdt. Gilbert Lumoindong..tapi ngedengerinnya di vcd.hehe
Khotbah tu jg tentang pasangan hidup yang PASTI bukan dari Tuhan..Yang pasti tu.. pasangan hidup yang :
1. menyengsarakan
2. menjatuhkan/menghancurkan
3. tidak seiman
4. kekanak-kanakan
5. tidak bertanggung jawab
6. dipaksakan
yaah..gitulah.pasti temen-temen semua tau kan?? Nahhh…jadi yang belum punya calon teman hidup ato pacar..doain lah dari sekarang..trus yang dah punya pacar, kenali dia lebih dekat..kalo emang seperti 6 ciri teman hidup yang bukan dari Tuhan, mending dipikir2 lagi yah..OK?!
semoga jadi berkat…!!
GOD bless u…

Minggu, 15 Maret 2009

Puisi - Puisi

I pray . . .

Tuhan Yesus
Saat aku MENYUKAI seorang TEMAN
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah AKHIR
Sehingga aku tetap bersama YANG TAK PERNAH BERAKHIR

Tuhan Yesus
Ketika aku MERINDUKAN seorang KEKASIH
RINDUkanlah aku kepada dia yang RINDU CINTA SEJATIMU
Agar keRINDUanku terhadap-Mu semakin BERTAMBAH

Tuhan Yesus
Jika aku hendak MENCINTAI seseorang
Temukanlah aku dengan orang yang MENCINTAIMU
Agar bertambah KUAT CINTAKU padaMU

Tuhan Yesus
Ketika aku sedang JATUH CINTA
Jagalah CINTA itu
Agar tidak meLEBIHi cintaku PADAMU

Tuhan Yesus
Ketika aku berucap AKU JUGA CINTA PADAMU
Biarlah kukatakan kepada yang HATINYA TERPAUT padaMU
Agar aku TAK JATUH dalam CINTA yang bukan KARENAMU

Tuhan Yesus
Ketika aku berirkrar AKU AKAN SETIA sampai maut memisahkan Biarlah kuNYATAkan kepada dia yang MENGGENAPKAN visiMu atas hidupku

Amin… =)


iDuh…

saat ku sendiri,

tiada seorangpun yang memperhatikanku seperti KAU TUHAN..

saat ku berjalan dalam lembah kelam

ku percaya KAU selalu sertaku

tangan kuat yang memegangku, s’lalu menuntunku

ku tak mau jalan sendiri..

YESUS ku perlu kasih MU, ku perlu kuasa MU

sampai akhir hidupku….

sniff.. sniff… YOU’re my awesome GOD.. 4ever ‘n never be changed…



better future… :)

Minggu lalu aku membuang KEKUATIRAN
Sudah usang
Dan menghalangiku menjadi diri sendiri
Dan membuatku tak berbuat sesuai jalan Tuhan

Aku membuang KEPUTUS ASAAN;
Mereka hanya menyesakkanku saja.
Memberikan tempat untuk PERTUMBUHAN,
Menyingkirkan mimpi usang dan keraguan

Aku membuang buku tentang MASA LALU
(pun tidak sempat membacanya)
Menggantinya dengan CITA-CITA BARU,
Mulai membacanya hari ini.

Aku menyingkirkan kebencian dan kenangan buruk,
(ingat bagaimana aku begitu apik menyimpannya?)
Aku juga memilih FILOSOFI BARU,
yang lama sudah aku buang.

Membeli beberapa buku baru juga.
Judulnya AKU MAMPU, AKU MAU dan AKU HARUS
Membuang AKU MUNGKIN, AKU PIKIR dan AKU INGIN.
Wow, debunya banyak.

Aku juga mendatangi KAWAN LAMA,
Sudah lama tidak menjumpainya
Aku rasa namanya TUHAN

Ya, aku sungguh menyukai gayaNya
Dia menolongku dalam pembersihan ini
Dan menambahkan beberapa benda
Seperti DOA, HARAPAN dan IMAN

Ya, kuletakkan mereka semua di rak.
Aku mengambil benda special ini
Dan meletakkannya di depan pintu
AKU MENEMUKANNYA - namanya KEDAMAIAN
Tidak ada yang dapat membuatku kecewa lagi.

Ya, rumahku sudah terlihat nyaman.
Terlihat indah sekelilingnya.
Sudah tidak ada lagi tempat
Untuk KEKUATIRAN dan MASALAH
Sangatlah baik membersihkan rumah
Membuang barang-barang usang dari rak
Sekarang semuanya bersinar cemerlang

Amin…. :)